Sabtu, 02 November 2013

PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL



Pertumbuhan penduduk yang signifikan akan berdampak pada perubahan sosial kehidupan masyarakat Indonesia. Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku dalam masyarakat. Berikut adalah penjelasan mengenai pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan sosial di masyarakat.

a. Meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan sandang, pangan,dan papan
Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, yakni sandang, pangan, dan papan. Ketiga kebutuhan ini tak terelakkan lagi harus terpenuhi untuk kelanjutan hidup manusia. Kebutuhan akan sandang dapat dipenuhi oleh industry tekstil,kebutuhan akan pangan dapat dipenuhi oleh industri pertanian(salah satunya), dan kebutuhan papan dapat dipenuhi oleh industry bahan bangunan (salah satunya). Jika terjadi ledakan jumlah penduduk, maka semakin banyak pula manusia yang membutuhkan asupan sandang, pangan, dan papan.Tapi apa yang terjadi jika ternyata stok sandang, pangan, dan papan yang ada ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduk yang jumlahnya semakin bertambah

b. Berkurangnya lahan tempat tinggal
Untuk memenuhi kebutuhan papan yakni rumah tentu kita memerlukan lahan untuk membangun. Semakin bertambah banyak penduduk, tentu kebutuhan akan rumah semakin banyak dan otomatis lahan yang dibutuhkan semakin banyak. Sementara lahan yang tersedia luasnya tetap. Yang akan terjadi adalah padatnya pemukiman dan sedikit sekali lahan-lahan kosong yang tersisa karena semakin sedikitnya lahan yang kosong, akan membuat harga tanah semakin melonjak, dan tentu saja masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak mampu membeli tanah untuk membangun rumah, sehingga mereka mencari “lahan” lain untuk tinggal, seperti kolong jembatan, taman kota, stasiun, emperan toko, dan lain-lain.
Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan papan, untuk memenuhi kebutuhan pangan pun kita memerlukan lahan. Misalnya beras, untuk menghasilkan beras tentu diperlukan sawah untukmenanam padi.Semakin bertambahnya penduduk semakin bertambah pula kebutuhan akan beras . Dan semakin bertambahnya kebutuhan beras akan semakin bertambah pula kebutuhan akan lahan untuk menanam padi. Apa yang terjadi jika lahan ‘lumbung padi’ nasional semakin lama semakin berkurang ? Jika kita dilihat dua fenomena di atas, ledakan penduduk  akan mengakibatkan terjadinya perebutan lahan untuk perumahan dan pertanian. Dan sebagian besar fenomena yang terjadi dewasa ini adalah pengikisan lahan yang lebih diutamakan untuk perumahan. Kemudian ledakan penduduk juga akan berakibat semakin berkurangnya rasio antara luas lahan dan jumlah penduduk atau yang  biasa kita sebut dengan kepadatan penduduk.

c. Meningkatnya investor yang datang
Dengan banyaknya jumlah penduduk akan berakibat menjamurnya pusat perbelanjaan. Seorang pengusaha tentu akan membangun usahanya ditempat yang strategis, tempat yang ramai, dan tempat yang menurutnya banyak terdapat konsumen. Kawasan padat penduduklah yang akan menjadi incaran para investor atau pengusaha. Untuk daerah perkotaan, para pengusaha akan cenderung untuk membangun pusat perbelanjaan modern atau yang biasa kita sebut Mall. Mungkin menurut sebagian besar orang, suatu daerah yang memiliki banyak Mall mencirikan bahwa daerah tersebut adalah daerah metropolitan yang masyarakatnya cenderung berada di kelas ekonomi menengah ke atas dan akan mendongkrak gengsi masyarakat. Padahal fakta yang ada di balik fenomena menjamurnya pusat perbelanjaan modern adalah meningkatnya sifat konsumtif. Jika jumlah pusat perbelanjaan di suatu daerah semakin banyak, lama kelamaan akan menimbulkan sifat konsumtif masyarakat di daerah tersebut.
Sifat konsumtif dapat berujung ke sifat malas, tidak  kreatif,dan akhirnya akan menuju ke arah kemiskinan. Mengapa sifat konsumtif dapat berujung ke sifat malas ? Hal ini disebabkan  karena masyarakat merasa semuanya sudah tersedia di pusat perbelanjaan tersebut. Sehingga mereka malas untuk  memproduksi sesuatu. Dan akibatnya masyarakat akan terus bergantung pada keberadaan pusat perbelanjaan tersebut dan menjadi masyarakat yang tidak produktif.

d. Meningkatnya angka pengangguran
Semakin bertambahnya jumlah penduduk tentu akan meningkatkan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Namun bagaimana jika lapangan pekerjaan yang tersedia tidak cukup menampung jumlah tenaga kerja yang ada? Tentu hal ini akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran.

Referensi :
http://raraqra.wordpress.com/2012/11/17/pengaruh-pertumbuhan-penduduk-terhadap-perkembangan-sosial-dan-kebudayaan/

HUBUNGAN ANTARA MASALAH PENDUDUK DENGAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN


Penduduk , masyarakat dan kebudayaan merupakan 3 aspek yang susah untuk di pisahkan karena memiliki hubungan yang sangat erat. Masalah pendudukan yang timbul di berbagai negara itu bermacam-macam , perbedaan masalah itu muncul karena setiap negara memiliki kekuranga dan kelebihan yang berbeda-beda. Contohnya seperti masalah yang terjadi di negara berkembang belum tentu di alami oleh negara yang sudah maju, begitu pun sebaliknya.

Kebudayaan adalah suatu kelompok orang yang memiliki cara hidup yang dari turun temurun diwarisi oleh generasi ke generasi dan biasanya budaya memiliki tradisi tersendiri. Budaya merupakan pola hidup yang bersifat komplek, abstrak, dan luas. Unsur kebudayaan sendiri terdiri dari mata pencaharian, ilmu pengetahuan atau teknologi, system kepercayaan, system organisasi, kesenian, dan peralatan dan perlengkapan hidup manusia. Budaya bisa terbentuk karena banyak unsur-unsur yang rumit termasuk system agama, politik, adat istiadat, bahasa, dll.

Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Dalamsosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.  Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok kelompok yang terbagi secara ekonomi. Masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi pribadi yang merupakan anggotanya (Emile Durkheim), dan beberapa pendapat ahli sosiologi lainnya.

Referensi :
http://emilia-regar.blogspot.com/2012/01/pengaruh-pertumbuhan-penduduk-terhadap.html
http://restihanifa.blogspot.com/2011/10/hubungan-antara-masalah-penduduk-dengan.html
http://www.scribd.com/doc/91037202/Pengertian-Penduduk

Jumat, 11 Oktober 2013

Masalah-Masalah yang Terjadi di Masyarakat dan Penanggulangannya

Masalah sosial yang sering terjadi akibat perbedaan-perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Biasanya masalah sosial dalam masyarakat di sekitar kita yaitu masalah sosial dan bencana alam.

Berikut adalah masalah-masalah yang sering terjadi dalam masyarakat :
1. Faktor Ekonomi   : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya     : Kenakalan remaja, tawuran, perceraian, dll.
3. Faktor Psikologis : Penyakit syaraf, aliran sesat, dll.
4. Faktor Biologis    : Keracunan makanan, penyakit menular, dll.

Cara menanggulanginya :
  1. Faktor Ekonomi : contohnya adalah dengan memberikan mereka pekerjaan atau dengen memberikan mereka pembelajaran-pembelajaran mengenai lapangan kerja sehingga mereka dapat berfikir dan kreatif untuk dapat membuat lapangan kerja sendiri. Sebagai mahasiswa seharusnya kita peduli terhadap mereka dengan cara memberikan pembelajaran-pembelajaran mengenai dunia kerja, supaya meraka dapat mempunyai keahlian yang khusus di bidang dunia kerja.
  2. Faktor Budaya : contoh salah satunya adalah kurangnya pengawasan orang tua terhadap anaknya, seharusnya orang tua itu memberikan pengawasan yang khusus terhadap anaknya, dan memberikan pelajaran-pelajaran agama supaya anak tersebut memiliki iman dan tidak terpengaruh oleh pergaulan-pergaulan bebas. Sebagai mahasiswa kita akan mengadakan sosialisasi terhadap anak-anak remaja khususnya anak SMP dan SMA untuk memberikan materi tentang bahayanya seks bebas dan narkoba, supaya mereka menyadari dampak negatif dari seks bebas dan narkoba tersebut.
  3. Faktor Psikologi : Indonesia adalah negara yang beragam, jadi kita tidak heran bahwa banyak orang-orang yang memiliki niat untuk  menyebarkan aliran sesat khususnya di agama, seperti ada yang mengaku jadi tuhan, nabi, dll. Sebagai mahasiswa kita seharusnya menasehati atau meluruskan mereka yang terjerumus oleh aliran sesat dengan cara baik-baik dan tidak dengan paksaan atau marah-marah, seandainya kita gagal membujuk mereka, kita sudah berusaha meluruskan mereka.
  4. Faktor Biologis : contohnya adalah seperti keracunan makanan, banyak makan atau jajaran yang steril atau pedagang-pedagang tersebut tidak memperhatikan kebersihan dagangan mereka dan banyak juga makanan di mall-mall atau di supermarket yang sudah kadaluarsa sehingga banyak orang yang mengonsumpi makanan tersebut jadi keracunan, seperti sakit perut, mual, muntah-muntah, dll. Sebagai mahasiswa seandainya kita menemukan makanan yang sudah kadaluarsa kita dalat melaporkan ke badan penelitian makanan, supaya orang yang mengonsumsi makanan tersebut tidak keracunan.
              

Kamis, 03 Oktober 2013

Hakekat dan Fungsi Ilmu Sosial Dasar Dalam Perguruan Tinggi

Pendidikan adalah rencana atau usaha proses pembelajaran supaya pesrta didik menjadi lebih aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat

A. PENGERTIAN dan TUJUAN ILMU SOSIAL DASAR (ISD)
Ilmu sosial dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah – masalah sosial yang timbul dan berkembang, khususnya yang diwujudkan oleh warga Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial. ISD juga merupakan gabungan dari disiplin ilmu sosial yang digunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar kita. ISD memberikan dasar – dasar pengetahuan tentang konsep untuk mengkaji gejala sosial.
Tujuan Ilmu sosial dasar (ISD) yaitu membantu perkembangan wawasan dan pola pikir dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan ciri – ciri kepribadian yg diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain, serta menumbuhkan sikap sosial antar sesamanya, agar tercipta kehidupan yang rukun dan tentram.
 

B. PERBEDAAN dan PERSAMAAN ISD dengan IPS  
* Perbedaan ISD dengan IPS adalah :
a. Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
b. Ilmu Sosial Dasar merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
c. Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual. 

 * persamaan ISD dengan IPS adalah :
a. Merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
b. Dua-duanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
c. Mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
* Bahan pelajaran ISD:
1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat
2. Masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat
3. Konsep-konsep sosial dan pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial.
 

C. RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR
Ilmu Sosial Dasar meliputi dua kelompok utama yaitu, studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga – lembaga sosial. Yang terutama terdiri dari psikologi, sosiologi, dan antropologi, sedangkan yang lainnya terdiri dari ekonomi dan politik.
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengindentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu,
1. Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangannya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan¬kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan sosial.Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep “keanekaragaman” dan kosep “Kesatuan sosial”.
3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan.